Langsung ke konten utama

Bocah Cilik 7 Tahun Menghafal Al-Qur’an

ARKADIGITAL.ID |TentangCinta - Pada gelaran Musabaqoh Hifdzil Qur’an ‘MHQ” tahun 2017 di Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta, terdapat salah satu peserta termuda yang masih berumur 7 tahun dengan mengikuti lomba kategori 10 juz.

Aisyah Putri Al Khonsa namanya, gadis cilik berusia 7 tahun 9 bulan yang berasal dari Pesantren Baitul Qur’an, Bontang, Kalimantan Timur.

Mulai menghafal al Qur’an pada usia 4,5 tahun saat melihat penghafal al Qur’an cilik yang benama Musa kemudian menginspirasinya, maka saat itulah Aisyah mulai bertekad menghafal Al Qur’an.
Juz Amma’ menjadi hafalan pertamanya, yang dilanjutkan dengan juz satu dan seterusnya. Sedangkan untuk Teknik menghafal menurut ayahandanya sampai saat ini Aisyah sudah mampu menghafal sehari 8 ayat.

Aisyah Putri Al Khonsa Salah satu peserta termuda dalam lomba musabaqoh hifdzil qur’an tingkat nasional antar pesantren se-Indonesia (Istimewa)

Musabaqoh Hifdzil Qur’an di Darunnajah menjadi yang pertama diikutinya untuk tingkat nasional.
Untuk mengikuti ajang ini Aisyah mempersiapkan diri dengan bangun jam 2 pagi tiap harinya untuk melakukan muroja’ah besama orang tuanya.

Kadang bangun sendiri, kadang ayah bundanya yang membangunkan, dan tak jarang juga Aisyah sendiri yang membangunkan kedua orang tuanya.

Dengan usaha dan perjuangan yang telah dilakukan, akhirnya Aisyah mendapatkan juara 3 pada kategori putri hafalan 10 Juz.

Ditanya saat selesai pengumuman pemenang, hadiah apa yang akan diberikan orang tuanya jika masuk final, dengan mantap Aisyah menjawab ingin melaksanakan umroh.
Menjadi pengajar di Masjid Nabawi menjadi citacita Aisyah selanjutnya, sebuah cita-cita yang jarang sekali terucap dari seorang anak kecil berusia 7 tahun ini, subhanallah! Semoga cita-citamu terkabul nak!.

Untuk bisa menjadi seorang hafidz atau penghafal al Qur’an tidak hanya keturunan ustadz, kiai, atau bahkan wali, orang biasa seperti saya juga bisa menjadi seorang penghafal al Qur’an ucap ayahanda Aisyah. “Yang penting adalah kemauan dan niat yang tulus untuk menghafal Al Qur’an, insya allah segala kemudahan akan didapat dengan keikhlasan tersebut,” kata sang Ayahanda Aisyah. Insya Allah tahun depan Aisyah akan kembali ke Darunnajah untuk mengikuti Musabaqoh Hifdzil Qur’an edisi selanjutnya dengan mengikuti kategori yang lebih tinggi.

Sumber: http://m.tribunnews.com/nasional/2017/10/30/kisahmengharukan-bocah-cilik-7-tahun-menghafal-al-quran-simakhasilnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspirasi Kakek Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Kisah ini disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir dalam sebuah kajian tafsir di AQL yang membahas tentang surat Al-Baqarah ayat 120121. Beliau bercerita tentang kisah nyata seorang kakek tua penghafal quran yang membuat jamaah berdecak kagum. Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi karena mengalami sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi demi menyembuhkan penyakitnya. Di luar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun coba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sembuh atas izin Allah dan tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan operasi karena dokter tersebut sudah berpengalaman untuk operasi penyakit tersebut dan besar sekali kemungkinan keberhasilannya. Lalu kakek tersebut membalas perkataan dokter tersebut… “Dok, bukan itu yang saya khawatirkan, insya Allah saya siap dan tak takut untuk menjalani proses operas...

Kisah Alma Sang Penghafal Al Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Kisah perempuan penghafal Al Quran yang inspiratif ini sangatlah menyentuh hatiku. Betapa tidak ? … Alma seorang hafidzah adalah mahasiswi di perguruan tinggi swasta di kota Cirebon dengan tujuh orang anak. Usia sekitar 35 tahun. Sehari-hari dia berjualan roti bakar di depan rumahnya yang sederhana untuk menopang ekonomi keluarga. Di sore hari, ia mengabdikan dirinya mengajar mengaji Al Quran untuk anak-anak sekitar rumahnya. Suaminya sendiri pekerja serabutan Apa yang menjadikan dirinya istimewa, bukanlah soal kesederhanaannya. Tetapi semangatnya untuk belajar yang luar biasa. Dia bertekad menjadi perempuan yang maju, untuk itu dia memutuskan kuliah di jurusan ilmu Al’Qur’an dan Tafsir di ISIF Cirebon. Perjalanan menuju kampus bukanlah perkara gampang. Dia harus menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer dari desanya di Plumbon ke kampus di Majasem. Berganti angkutan kota dua kali. Belum ditambah lagi, dia harus berjalan kaki dari rumah sampai ja...

Gangguan Pendengaran Tak Menghalangi Haydar Jadi Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Suaranya begitu lancar dan jelas melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Remaja itu bernama Ali Haydar. Sungguh dari suaranya tak terdengar dia ternyata mengalami gangguan pendengaran dengan kategori sangat berat di kedua telinganya. Haydar mendengar dibantu dengan satu alat implan koklea di telinga kanan. Kini Haydar bahkan sudah hafal 13 juz Al-Quran. Sudah pasti butuh sebuah kerja keras dan dispilin yang sangat tinggi untuk bisa menghafalkan AlQuran. Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi hafidz, Haydar saat ini sekolah di pondok pesantren SMA Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an As-Surkati di Salatiga, Jawa Tengah. Selain mendalami ilmu agama dan ingin menjadi penghafal Al-Quran, Haydar juga terus rajin belajar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Ya, dia ingin jadi dokter yang juga seorang hafidz Quran. Dia ingin hidupnya bermanfaat dan bisa membantu banyak orang. Di pondok pesantren, setiap hari Haydar harus menghafalkan satu le...