Langsung ke konten utama

Kisah Mengharukan Anak Tunanetra Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta - Kisah ini datang jauh dari negri Mesir. Mu’adz Al Hafizh nama pemuda yang patut kita jadikan teladan dalam usahanya menghafal al Qur’an dengan keterbatasan penglihatannya. Mu’adz yang kini berusia 15 tahun, telah menghafal 30 juz al Qur’an di umur 11 tahun, subhanallah .

Mu’adz adalah seorang anak yang lahir kurang beruntung layaknya manusia normal lainnya, ia lahir dalam kondisi tidak dapat melihat (buta). Namun meskipun begitu di umurnya yang menginjak 11 tahun Mu’adz telah berhasil menghafalkan al Qur’an lengkap 30 juz. Sesuatu yang tidak semua orang dapat melakukannya, oleh kita yang normal, sebuah cerminan dan pelajaran yang layak kita petik hikmahnya.

Semangat Mu’adz untuk menghafal ayat-ayat Allah membuat langkah kakinya ringan untuk pergi ke tempat gurunya. Dalam sebuah acara TV yang dipandu oleh seorang imam masjid, Syaikh Fahd al Kandari, mewawancarai Mu’adz. Bertanya bagaimana ia bisa menghafal Al-Quran dalam kondisinya seperti ini.

“Saya yang datang ke tempat syaikh (guru),” kata Mu’adz.

“Berapa kali dalam sepekan?” Tanya syaikh.

“Tiga hari dalam sepekan. Pada awalnya hanya sehari dalam sepekan. Lalu saya mendesak beliau (gurunya) dengan sangat agar menambah harinya, sehingga menjadi dua hari dalam sepekan. Syaikh saya sangat ketat dalam mengajar. Beliau hanya mengajarkan satu ayat saja setiap hari,” jawab Mu’adz. Tiga hari itu ia (Mu’adz) khususkan untuk belajar ayatayat suci al Qur’an dan meluangkan waktunya untuk tidak bermain dengan teman-temannya.

Sang penyiar TV tersenyum, menepuk paha anak itu, dan disambut senyum ceria oleh Mu’adz. Dalam dialog tersebut hal yang mengagumkan adalah pernyataan Mu’adz tentang kebutaannya. Ia tidak berdoa agar Allah mengembalikan penglihatannya, namun rahmat-Nya lah yang ia harapkan, ia mengharapkan yang lebih indah dari sekedar penglihatan.

“Dalam shalat, aku tidak meminta kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatanku. Semoga menjadi keselamatan bagiku pada hari pembalasan (kiamat), sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut. Nanti saat berdiri di hadapanNya, takut dan gemetar, Allah menanyakan tentang nikmat penglihatan dan Dia akan bertanya, “apa yang telah engkau lakukan pada al Qur’an ini?” Saya hanya berdoa semoga Allah meringankan perhitunganNya untuk saya pada hari kiamat kelak.”

Tentu saja, setelah mendengar kalimat mulia anak tersebut, semua yang ada di studio terdiam. Penyiar TV nampak berkaca-kaca lalu akhirnya menangis. Para pemirsa di studio serta para kru TV juga tak tahan menitikkan air mata.

“Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan,” kata penghafal al Qur’an muda itu. Subhanallah .
Mu’adz juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dari Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah yang mengatakan, “Allah tidak menutup atas hambaNya satu pintu dengan hikmah, kecuali Allah akan membukakan baginya dua pintu dengan rahmatNya.”

Kehilangan penglihatan sejak kecil, tidak membuat Mu’adz mengeluh kepada Sang Pencipta. Ia tidak iri pada orang lain, melainkan tetap bersyukur kepadaNya. Ikhlas menerima takdirNya.

“Alhamdulillah, saya tidak iri kepada kawan-kawan meski sejak kecil saya sudah tidak bisa melihat. Ini semua adalah qadha’ dan qadar Allah.”

Kemauan Mu’adz yang kuat untuk menghafal al Qur’an seolah membuat dirinya lupa bahwa ia buta. Ia menganggap fisiknya yang terbatas bukan menjadi penghalang baginya untuk meraih cita-cita menjadi penghafal al Qur’an. Ia sepenuhnya menyadari bahwa segala yang diberikan oleh Allah di dunia ini kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat. Maka ia tak pernah menyia-nyiakan waktunya, ia menikmati hari-harinya dengan al Qur’an.

Lantas bagaimana dengan kita, yang memiliki fisik normal? Kisah Mu’adz di atas merupakan bukti bahwa al Qur’an tidaklah sulit untuk dihafal. Terlebih bagi kita yang tidak memiliki keterbatasan fisik. Tinggal bagaimana niat, ikhtiar dan tawakkal kita dalam menjalankannya (menghafal, mempelajari dan mengamalkan).

Sumber: https://sekarmentariyayasan.wordpress.com/2017/11/16/kisahmengharukan-anak-tunanetra-penghafal-al-quran/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Inspirasi Kakek Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Kisah ini disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir dalam sebuah kajian tafsir di AQL yang membahas tentang surat Al-Baqarah ayat 120121. Beliau bercerita tentang kisah nyata seorang kakek tua penghafal quran yang membuat jamaah berdecak kagum. Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi karena mengalami sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi demi menyembuhkan penyakitnya. Di luar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun coba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sembuh atas izin Allah dan tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan operasi karena dokter tersebut sudah berpengalaman untuk operasi penyakit tersebut dan besar sekali kemungkinan keberhasilannya. Lalu kakek tersebut membalas perkataan dokter tersebut… “Dok, bukan itu yang saya khawatirkan, insya Allah saya siap dan tak takut untuk menjalani proses operas...

Kisah Alma Sang Penghafal Al Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Kisah perempuan penghafal Al Quran yang inspiratif ini sangatlah menyentuh hatiku. Betapa tidak ? … Alma seorang hafidzah adalah mahasiswi di perguruan tinggi swasta di kota Cirebon dengan tujuh orang anak. Usia sekitar 35 tahun. Sehari-hari dia berjualan roti bakar di depan rumahnya yang sederhana untuk menopang ekonomi keluarga. Di sore hari, ia mengabdikan dirinya mengajar mengaji Al Quran untuk anak-anak sekitar rumahnya. Suaminya sendiri pekerja serabutan Apa yang menjadikan dirinya istimewa, bukanlah soal kesederhanaannya. Tetapi semangatnya untuk belajar yang luar biasa. Dia bertekad menjadi perempuan yang maju, untuk itu dia memutuskan kuliah di jurusan ilmu Al’Qur’an dan Tafsir di ISIF Cirebon. Perjalanan menuju kampus bukanlah perkara gampang. Dia harus menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer dari desanya di Plumbon ke kampus di Majasem. Berganti angkutan kota dua kali. Belum ditambah lagi, dia harus berjalan kaki dari rumah sampai ja...

Gangguan Pendengaran Tak Menghalangi Haydar Jadi Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Suaranya begitu lancar dan jelas melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Remaja itu bernama Ali Haydar. Sungguh dari suaranya tak terdengar dia ternyata mengalami gangguan pendengaran dengan kategori sangat berat di kedua telinganya. Haydar mendengar dibantu dengan satu alat implan koklea di telinga kanan. Kini Haydar bahkan sudah hafal 13 juz Al-Quran. Sudah pasti butuh sebuah kerja keras dan dispilin yang sangat tinggi untuk bisa menghafalkan AlQuran. Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi hafidz, Haydar saat ini sekolah di pondok pesantren SMA Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an As-Surkati di Salatiga, Jawa Tengah. Selain mendalami ilmu agama dan ingin menjadi penghafal Al-Quran, Haydar juga terus rajin belajar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Ya, dia ingin jadi dokter yang juga seorang hafidz Quran. Dia ingin hidupnya bermanfaat dan bisa membantu banyak orang. Di pondok pesantren, setiap hari Haydar harus menghafalkan satu le...