Langsung ke konten utama

TNI-AL Hafal Al-Qur’an

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta - Di Indonesia, tidak banyak anggota TNI-AL yang mampu menghafal Al- Qur’an 30 juz dan berprestasi dengan kemampuannya itu. Salah satu yang tak banyak itu adalah Letda Laut (P) Makarim Umar. Lajang 28 tahun itu adalah juara di ajang Musabaqoh Hifdzil Quran yang biasa diselenggarakan Dinas Perawatan Personel Angkatan Laut (Diswatpersal). Makarim menjadi pemenang untuk kategori hafalan 30 juz.

Prestasi tersebut menambah deretan penghargaan yang diterima Makarim. Dia juga pernah mewakili Indonesia untuk mengikuti kompetisi MHQ internasional di Arab Saudi. “Di Arab Saudi, saya hanya dapat penghargaan peringkat delapan”, ujarnya. Ketika di Arab Saudi itu Makarim mewakili Indonesia bersama tiga prajurit lain. Meski kompetisi tersebut terbatas untuk para tentara, tetap saja bagi Makarim sangat membanggakan. “Saingannya prajurit muslim negara lain”, kenangnya.

Bagi Makarim, menjadi seorang hafidz dan tentara adalah sesuatu yang kadang kurang bisa dikompromikan. Maklum, sejak memutuskan bergabung menjadi prajurit penjaga laut pada 2009, kemanapuan menghafalnya sering berkurang. Padatnya aktivitas di awal karir harus membuatnya rela kehilangan hafalan beberapa surat Al-Qur’an. Dia mengatakan, sejak masuk militer, tanggungannya semakin berat. Sebab, dia berkewajiban menjalankan tugas sebagai prajurit juga. Karena itu, untuk mau menambah hafalan, dia harus memikirkannya baikbaik. “Di militer memang lebih lupa. Menjaga saja berat, mau nambah jadi pikir-pikir”, imbuhnya.

Dia menggambarkan, awal masuk militer sebenarnya dia sudah menghafal 20 juz. Namun, saat itu yang bisa dikatakan benar-benar lancar hanya 10 juz. Nah, sibuk latihan dan hidup yang serba teratur membuat hafalannya naik turun. Beberapa ayat yang dulu samar-samar hafal malah hilang sepenuhnya. Meski demikian, semua itu dia jadikan tantangan. Tekadnya, jangan sampai hafalan itu semakin hilang. Meski kesibukan kadang membuat istiqamahnya naik turun, dia tetap ingin bisa menghafal Al-Qur’an. Mau tidak mau, setiap hari dia harus menyempatkan untuk membaca kitab suci itu.

Setiap ada waktu luang, dia mencoba membaca Al-Qur’an. Malam adalah waktu yang kerap dia pilih untuk membaca. Sedikitnya, dalam sehari pria asli Purworejo, Jawa Tengah, itu harus bisa membaca lagi hafalannya satu juz. Namun, sebenarnya itu tidak cukup karena idealnya satu hari adalah lima juz.

“Karena situasinya begini, bisa satu juz sudah alhamdulillah”, katanya.

Kegigihannya untuk bisa membagi waktu tersebut berbuah manis. Hafalan yang kedodoran di awal masuk militer, akhirnya terus-menerus bisa diperbaiki. Akhirnya, Makarim berhasil memenangi juara MHQ untuk kategori 30 juz. “Meski sulit, beban moral untuk menjaga hafalan itu ada. Termasuk beban menambah”, terangnya.

Menjadi hafidz juga berdampak pada kehidupan sehari-hari. Secara otomatis dia harus menjaga sikapnya. Jangan sampai predikatnya sebagai penghafal Al-Qur’an rusak karena perilakunya yang kurang terpuji. Yang paling sulit adalah menjaga agar shalatnya tetap lima kali dan tepat waktu. Tidak peduli padatnya aktivitas ataupun kegiatan latihan, Makarim berupaya bisa shalat tepat waktu. “Beruntung, sejauh ini kegiatan militer tidak pernah membuatnya meninggalkan shalat fardu. Soal ketepatan waktu, shalat Makarim juga tidak perlu diragukan. “Selama ini masih bisa tepat waktu”, tuturnya.

Makarim menceritakan, kemampuannya menghafal Al-Qur’an muncul sejak kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an An-Nur Jogjakarta. Tepatnya, saat semester IV mulai berjalan dan diawali dengan menghafal surat Al-Baqarah. ’’Lulus kuliah sebenarnya sudah hafal 20 juz. Tetapi, yang benar-benar lancar sekitar 10 juz,’’ jelasnya.

Bagaimana dengan kita, sesibuk apakah kita sehingga menghambat hafalan?. Semoga kisah ini menjadi solusinya. Amin...

Sumber: http://duniainspirasi21.blogspot.com/2015/02/kumpulan-kisahajaib-penghafal-al-quran.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Alma Sang Penghafal Al Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Kisah perempuan penghafal Al Quran yang inspiratif ini sangatlah menyentuh hatiku. Betapa tidak ? … Alma seorang hafidzah adalah mahasiswi di perguruan tinggi swasta di kota Cirebon dengan tujuh orang anak. Usia sekitar 35 tahun. Sehari-hari dia berjualan roti bakar di depan rumahnya yang sederhana untuk menopang ekonomi keluarga. Di sore hari, ia mengabdikan dirinya mengajar mengaji Al Quran untuk anak-anak sekitar rumahnya. Suaminya sendiri pekerja serabutan Apa yang menjadikan dirinya istimewa, bukanlah soal kesederhanaannya. Tetapi semangatnya untuk belajar yang luar biasa. Dia bertekad menjadi perempuan yang maju, untuk itu dia memutuskan kuliah di jurusan ilmu Al’Qur’an dan Tafsir di ISIF Cirebon. Perjalanan menuju kampus bukanlah perkara gampang. Dia harus menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer dari desanya di Plumbon ke kampus di Majasem. Berganti angkutan kota dua kali. Belum ditambah lagi, dia harus berjalan kaki dari rumah sampai ja...

Gangguan Pendengaran Tak Menghalangi Haydar Jadi Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Suaranya begitu lancar dan jelas melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Remaja itu bernama Ali Haydar. Sungguh dari suaranya tak terdengar dia ternyata mengalami gangguan pendengaran dengan kategori sangat berat di kedua telinganya. Haydar mendengar dibantu dengan satu alat implan koklea di telinga kanan. Kini Haydar bahkan sudah hafal 13 juz Al-Quran. Sudah pasti butuh sebuah kerja keras dan dispilin yang sangat tinggi untuk bisa menghafalkan AlQuran. Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi hafidz, Haydar saat ini sekolah di pondok pesantren SMA Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an As-Surkati di Salatiga, Jawa Tengah. Selain mendalami ilmu agama dan ingin menjadi penghafal Al-Quran, Haydar juga terus rajin belajar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Ya, dia ingin jadi dokter yang juga seorang hafidz Quran. Dia ingin hidupnya bermanfaat dan bisa membantu banyak orang. Di pondok pesantren, setiap hari Haydar harus menghafalkan satu le...

Kisah Inspiratif Hafiza, Gadis Cantik Penghafal Al-Quran

ARKADIGITAL.ID | TentangCinta  - Setelah menginjak SMA, keinginan untuk menjadi “Hafizah” semakin kuat. Sarah benar-benar membulatkan tekad usai lulus dari SMA ingin kuliah sekaligus bisa menghafal Al-Qur’an. Alhamdulillah, jalan menuju impiannya terbuka setelah Sarah diterima di Universitas Brawijaya mengambil Jurusan Psikologi. Sejak saat itu, Sarah berusaha keras untuk mengikuti tes seleksi Rumah Tahfizh Mahasiswi (RTMI) binaan pondok pesantren penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an Malang. Saat ini, Sarah sudah menginjak semester tiga dan tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan, seperti mengerjakan tugas, rutin menghafal AlQur’an dan mengikuti organisasi kerohanian Islam di fakultasnya. “Saya percaya, orang yang menghafal Al Qur’an mendapatkan berkah dari Al-Qur’an, sehingga saya akan dijaga dan dilindungi Allah. Alhamdulillah, sekarang saya sudah hafal 11 juz,” ujarnya. Lebih lanjut Sarah menceritakan tentang harapannya bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz sampai lulus ...